Daftar pustaka makalah adalah daftar semua sumber yang kamu kutip di dalam makalah, ditaruh di halaman tersendiri setelah bab penutup dan sebelum lampiran, lalu diurutkan menurut abjad nama penulis. Aturan yang sama berlaku untuk laporan PKL, laporan praktikum, proposal, dan karya ilmiah lain. Yang berbeda hanya gaya penulisannya, dan gaya itu ditentukan oleh pedoman sekolah, kampus, atau dosenmu.

Artikel ini membahas letak daftar pustaka di makalah, aturan dasarnya, gaya yang umum dipakai kampus, contoh untuk makalah dan laporan PKL, serta berapa banyak sumber yang wajar. Setiap aturan kami ambil dari dokumen resmi: KBBI, EYD Edisi V, panduan APA, dan pedoman beberapa kampus yang kami baca langsung.

Letak daftar pustaka di makalah

KBBI Daring mendefinisikan daftar pustaka sebagai daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya "yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad". Definisi itu sudah menjawab dua pertanyaan sekaligus: letaknya di akhir, dan urutannya alfabetis.

Dalam praktik, "akhir" artinya setelah isi dan penutup, tetapi sebelum lampiran. Pedoman laporan PKL Prodi Biologi Universitas Islam Malang, misalnya, menyusun laporan dengan urutan Bab I Pendahuluan sampai Bab V Penutup, lalu Daftar Pustaka, lalu Lampiran. Pedoman Politeknik Negeri Medan juga menyebut bagian akhir laporan PKL berisi daftar pustaka, daftar lampiran, dan surat keterangan selesai PKL.

Untuk makalah sekolah atau kuliah yang lebih pendek, susunan umumnya seperti ini:

  1. Halaman judul (sampul).
  2. Kata pengantar dan daftar isi.
  3. Bab pendahuluan, bab pembahasan, dan bab penutup.
  4. Daftar pustaka, dimulai di halaman baru.
  5. Lampiran, kalau ada.

Kenapa halaman baru? Panduan APA tentang daftar rujukan meminta daftar rujukan dimulai di halaman baru setelah teks, dengan judul di tengah dan dicetak tebal. Di makalah berbahasa Indonesia, judulnya biasanya "DAFTAR PUSTAKA" atau "Daftar Pustaka", tergantung pedoman. Dari pengalaman kami membaca banyak pedoman kampus, letak ini hampir tidak pernah diperdebatkan. Yang sering salah justru isinya.

Diagram urutan bagian makalah: sampul, kata pengantar dan daftar isi, pendahuluan sampai penutup, daftar pustaka di halaman baru, lalu lampiran
Susunan makalah di atas dalam satu baris. Daftar pustaka selalu berada setelah penutup dan sebelum lampiran, termasuk di laporan PKL. Diagram oleh Rephrasa, berdasarkan KBBI, panduan APA, dan pedoman PKL Biologi Universitas Islam Malang.

Aturan daftar pustaka makalah yang benar

Daftar pustaka makalah yang benar memenuhi lima aturan dasar. Kelimanya muncul di hampir semua pedoman yang kami baca, walau angka spasinya berbeda.

  • Hanya sumber yang benar-benar dikutip. Pedoman Politeknik Negeri Medan menulis bahwa daftar pustaka "hanya memuat pustaka yang digunakan dalam penulisan uraian". Buku yang kamu baca tetapi tidak pernah kamu kutip tidak masuk.
  • Urut abjad. APA mengurutkan entri menurut kata pertama, biasanya nama belakang penulis pertama. Kalau sumbernya tanpa penulis, judulnya yang dipakai untuk mengurutkan.
  • Judul buku dan nama media dicetak miring. EYD Edisi V menyatakan huruf miring dipakai untuk judul buku dan nama media massa yang dikutip dalam tulisan, "termasuk dalam daftar pustaka".
  • Baris kedua menjorok ke dalam. APA memakai hanging indent 0,5 inci: baris pertama rata kiri, baris berikutnya menjorok.
  • Satu gaya untuk seluruh makalah. Jangan mencampur APA di satu entri dan gaya lain di entri berikutnya.

Soal spasi, pedoman saling berbeda, dan inilah alasan kamu harus membaca pedomanmu sendiri:

PedomanSpasi daftar pustaka
APA 7 (apastyle.apa.org)Dua spasi untuk seluruh daftar, tanpa jarak tambahan antarentri
Pedoman PKL Biologi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (2022)Satu spasi di dalam satu sumber, 1,5 spasi antarsumber
Pedoman PKL, TA, dan Skripsi Politeknik Negeri Medan (2021)Satu spasi

Kalau dosen tidak memberi pedoman apa pun, pilih APA 7 dan ikuti semua aturannya secara konsisten. Konsistensi lebih mudah dinilai daripada format yang diracik sendiri.

Gaya daftar pustaka yang umum dipakai kampus

Ada dua keluarga besar gaya sitasi. Gaya penulis-tahun, seperti APA dan Harvard, menulis (Nama, Tahun) di teks dan mengurutkan daftar pustaka menurut abjad. Gaya bernomor, seperti IEEE, menulis nomor dalam kurung siku di teks, dan panduan referensi IEEE meminta nomor yang sama dalam kurung siku di depan setiap entri daftar referensi. IEEE adalah organisasi profesi di bidang teknik, jadi gaya ini lazim di jurusan teknik.

Masalahnya, banyak kampus di Indonesia memakai versi buatan sendiri yang mirip APA tetapi tidak sama persis. Lihat contoh dari pedoman Politeknik Negeri Medan:

Rashid, M. H.,2003, Power Electronics (Circuits, Devices, and Applications), Third Edition, International Editions, Prentice-Hall, Inc.

Tahun di sini dipisah koma, bukan diapit kurung seperti APA. Sementara itu, pedoman PKL Universitas Abdurachman Saleh Situbondo memakai pola yang dekat dengan APA: nama penulis, tahun dalam kurung, judul, lalu nama jurnal dengan volume dan halaman.

Jadi, kalau pedoman kampusmu punya contoh sendiri, contoh itulah yang menang, bukan APA, bukan juga artikel ini. Kalau pedomannya hanya menulis "gunakan APA", ikuti panduan resmi APA. Untuk catatan kaki (footnote), aturannya lain lagi; kami bahas di panduan membuat footnote.

Diagram perbandingan gaya penulis-tahun (APA, Harvard) dengan sitasi (Sapolsky, 2017) dan daftar urut abjad, dan gaya bernomor IEEE dengan nomor [1] di teks dan nomor yang sama di depan entri
Dua keluarga gaya yang dijelaskan di atas. Cara menunjuk sumber di teks menentukan cara menyusun daftarnya. Diagram oleh Rephrasa, berdasarkan panduan APA dan IEEE Reference Guide.

Contoh daftar pustaka makalah sekolah dan kuliah

Berikut contoh daftar pustaka makalah dalam gaya APA 7 dengan empat jenis sumber: buku, artikel jurnal, halaman web, dan jurnal berbahasa Indonesia. Tiga entri pertama disalin dari contoh resmi di apastyle.apa.org. Entri keempat adalah artikel nyata yang datanya kami cocokkan dengan catatan DOI di Crossref.

Grady, J. S., Her, M., Moreno, G., Perez, C., & Yelinek, J. (2019). Emotions in storybooks: A comparison of storybooks that represent ethnic and racial groups in the United States. Psychology of Popular Media Culture, 8(3), 207-217. https://doi.org/10.1037/ppm0000185

Sapolsky, R. M. (2017). Behave: The biology of humans at our best and worst. Penguin Books.

Schaeffer, K. (2021, October 1). What we know about online learning and the homework gap amid the pandemic. Pew Research Center. https://www.pewresearch.org/fact-tank/2021/10/01/what-we-know-about-online-learning-and-the-homework-gap-amid-the-pandemic/

Wati, K., Trihantoyo, S., Riyanto, Y., & Khamidi, A. (2025). Implementasi praktik kerja lapangan dalam meningkatkan kompetensi keahlian siswa SMK menghadapi tantangan dunia kerja. JPG: Jurnal Pendidikan Guru, 6(4), 751-761. https://doi.org/10.32832/jpg.v6i4.21927

Perhatikan urutannya: Grady, Sapolsky, Schaeffer, Wati. Itu urutan abjad nama belakang, bukan urutan kemunculan di makalah. Di dokumenmu, baris kedua setiap entri dibuat menjorok.

Diagram halaman Daftar Pustaka APA 7 berisi entri Grady dkk. (2019), Sapolsky (2017), Schaeffer (2021), dan Wati dkk. (2025) berurutan abjad dengan baris kedua menjorok dan judul buku serta nama jurnal miring
Empat entri contoh di atas seperti tampil di halaman makalah: huruf merah menunjukkan urutan abjad, baris kedua menjorok, dan semua penulis ditulis. Beberapa judul dipendekkan agar muat. Diagram oleh Rephrasa.

Makalah sekolah

Makalah SMA atau SMK biasanya cukup memakai buku pelajaran, buku referensi, dan beberapa halaman web lembaga resmi. Contoh dari EYD Edisi V sendiri menunjukkan pola yang lazim di sekolah:

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2018. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi kelima. Cetakan kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Pola ini berbeda dari APA (tahun tanpa kurung, kota terbit disebut). Keduanya sah selama dipakai konsisten. Menurut kami, siswa sebaiknya langsung membiasakan APA, karena itulah yang paling sering diminta di kampus nanti.

Makalah kuliah

Di kampus, dosen biasanya berharap ada artikel jurnal, bukan hanya buku dan web. Kalau sumbermu punya DOI, tulis DOI lengkap sebagai tautan https://doi.org/. Untuk daftar pustaka makalah dari internet, pakai pola halaman web seperti entri Schaeffer di atas: penulis, tanggal, judul halaman miring, nama situs, URL. Contoh per jenis sumber yang lebih lengkap ada di kumpulan contoh daftar pustaka.

Daftar pustaka laporan PKL (SMK dan kuliah)

Untuk daftar pustaka laporan PKL SMK, jangan mencari format nasional, karena kami tidak menemukannya. Panduan PKL sebagai Mata Pelajaran dalam Kurikulum Merdeka (Ditjen Pendidikan Vokasi, 2024) menyebut penyusunan dan presentasi laporan PKL sebagai bentuk asesmen akhir, dan menugaskan guru pembimbing memberikan bimbingan penulisan laporan. Panduan itu tidak memuat format daftar pustaka. Artinya, format ditentukan sekolahmu. Tanyakan contoh laporan tahun lalu ke guru pembimbing.

Laporan PKL kuliah biasanya punya pedoman prodi yang lebih rinci. Dua hal yang khas di laporan PKL:

  • Dokumen internal perusahaan. SOP atau arsip yang tidak terbit umumnya tidak masuk daftar pustaka. Pedoman PKL Biologi Universitas Islam Malang menyatakan rujukan yang tidak dipublikasikan dan hasil komunikasi pribadi tidak dicantumkan.
  • Wawancara dengan pembimbing lapangan. Dalam APA, komunikasi pribadi hanya dikutip di teks, misalnya (T. Nguyen, personal communication, February 24, 2020), dan tidak masuk daftar rujukan karena pembaca tidak bisa menelusurinya.

Yang masuk adalah sumber teori dan sumber publik tentang tempat PKL: buku teks bidangmu, artikel jurnal seperti entri Wati dkk. (2025) di atas, dan halaman web resmi perusahaan atau instansi. Daftar pustaka laporan praktikum mengikuti logika yang sama: modul dan buku teori boleh masuk kalau diterbitkan, catatan pribadi tidak. Hati-hati, beberapa pedoman bahkan melarang petunjuk praktikum dan catatan kuliah dijadikan rujukan.

Daftar pustaka proposal, KTI, esai, dan PPT

Daftar pustaka proposal dan proposal penelitian memakai aturan yang sama dengan laporan akhirnya. Saran kami: susun daftar pustaka proposal dengan rapi sejak awal, karena hampir semua entrinya akan terbawa ke laporan atau skripsi. Kalau kamu sedang menyiapkan skripsi, gunakan gaya yang sama dengan pedoman tugas akhir kampusmu.

Daftar pustaka karya ilmiah, KTI (karya tulis ilmiah), dan artikel ilmiah untuk jurnal biasanya lebih ketat. Jurnal tujuan punya template sendiri, dan template itu menggantikan kebiasaanmu. Daftar pustaka esai lebih pendek, tetapi tetap wajib: esai yang memakai gagasan orang lain harus menyebut sumbernya.

Untuk daftar pustaka PPT, letakkan entri lengkap di slide terakhir berjudul "Daftar Pustaka", dan tulis sitasi singkat seperti (Sapolsky, 2017) di slide yang memakai sumber itu. Yang sering terlupa: gambar atau grafik yang diambil dari sumber lain juga perlu sitasi di slide-nya. Daftar pustaka kliping pun begitu: setiap guntingan berita perlu nama media, tanggal, dan judul beritanya.

Berapa jumlah dan jenis sumber yang layak?

Tidak ada angka nasional yang berlaku untuk semua makalah. APA menyebut jumlah sumber bergantung pada tujuan tulisan, dan untuk kebanyakan tulisan cukup satu atau dua sumber paling representatif untuk setiap poin penting. Tinjauan pustaka (literature review) memang butuh daftar yang jauh lebih panjang.

Kampus bisa menetapkan angka sendiri. Pedoman Politeknik Negeri Medan meminta minimal 5 buku teks dari 10 tahun terakhir. Soal jenis sumber, aturannya bahkan bisa bertolak belakang:

Jenis sumberPedoman PKL Biologi Universitas Islam Malang (2019)Pedoman Politeknik Negeri Medan (2021)
Buku teks dan jurnalBolehBoleh, minimal 5 buku teks 10 tahun terakhir
WikipediaTidak boleh dijadikan acuanMuncul sebagai contoh entri situs internet
Blog pribadi, web tanpa nama penulis dan institusiTidak bolehTidak dibahas di bagian daftar pustaka
Catatan kuliah, petunjuk praktikumTidak bolehTidak dibahas di bagian daftar pustaka

Pendapat kami: walaupun pedomanmu membolehkan Wikipedia, pakai Wikipedia untuk mencari sumber aslinya, lalu kutip sumber asli itu. Dosen jarang mempermasalahkan buku atau jurnal yang jelas, tetapi sering mempermasalahkan web tanpa penulis.

Kesalahan umum dan cara membuat daftar pustaka makalah lebih cepat

Kesalahan berikut paling sering kami lihat saat mencocokkan contoh untuk generator Rephrasa:

  • Menulis "dkk." di daftar pustaka. Pedoman Politeknik Negeri Medan tegas: semua penulis dicantumkan, tidak boleh hanya penulis pertama ditambah dkk. Singkatan dkk. atau et al. dipakai di sitasi dalam teks, bukan di daftar. Penjelasan sitasi di teks ada di artikel tentang sitasi.
  • Menulis "Google" atau "internet" sebagai sumber. Google adalah mesin pencari. Sumbernya adalah halaman yang kamu buka.
  • Sumber di teks tidak ada di daftar, atau sebaliknya. Cek dua arah sebelum mengumpulkan.
  • Parafrase tanpa sumber. Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 Pasal 10 ayat (3) menggolongkan sebagai plagiat perbuatan mengambil karya orang lain tanpa menyebut sumber secara tepat, dan juga menulis ulang tanpa bahasa sendiri walaupun menyebut sumber. Jadi parafrase tetap butuh sitasi, dan sitasi tetap butuh parafrase yang sungguhan.

Cara membuat daftar pustaka makalah dengan cepat: tempel DOI, URL, atau ISBN ke generator daftar pustaka Rephrasa, pilih gaya, periksa setiap kolom, lalu salin hasilnya. Untuk sumber tertentu ada halaman khusus, misalnya daftar pustaka dari jurnal, dari buku, dan dari website. Data dari registri DOI kadang keliru, jadi jangan lewatkan pemeriksaan. Kalau ingin memahami aturan tiap unsur dari nol, baca juga cara penulisan daftar pustaka yang benar.

Ringkasnya: daftar pustaka makalah ditaruh setelah penutup, hanya berisi sumber yang kamu kutip, diurutkan menurut abjad, dan ditulis dalam satu gaya. Pedoman sekolah atau kampusmu selalu lebih tinggi daripada contoh mana pun, termasuk contoh di artikel ini.

Tangkapan layar generator daftar pustaka jurnal Rephrasa untuk DOI 10.32832/jpg.v6i4.21927: entri Wati, Trihantoyo, Riyanto, dan Khamidi (2025) dengan judul berhuruf kapital di setiap kata, dan sitasi dalam teks (Wati dkk., 2025)
Contoh kenapa hasil generator tetap perlu diperiksa: data DOI untuk artikel Wati dkk. (2025) menulis judul dengan huruf kapital di setiap kata, sedangkan APA 7 memakai huruf kapital hanya untuk kata pertama judul, subjudul, dan nama diri, seperti entri contoh di atas (SMK pun ikut tertulis Smk). Perbaiki lewat tombol Ubah sebelum menyalin. Tangkapan layar generator daftar pustaka jurnal Rephrasa, 30 Oktober 2026.