Sitasi adalah penyebutan sumber di dalam tulisan ilmiah setiap kali Anda memakai ide, data, atau kalimat milik orang lain. Bentuknya pendek, misalnya (Grady et al., 2019) atau [1], dan selalu terhubung ke satu entri lengkap di daftar pustaka. Tanpa sitasi, pembaca tidak bisa memeriksa dari mana sebuah klaim berasal.

Panduan ini membahas artinya, fungsinya, beda rujukan di teks dengan daftar pustaka, aturan et al. dan dkk., posisi sitasi di awal atau akhir kalimat, serta contoh sitasi APA, Harvard, dan IEEE. Setiap aturan diambil dari pedoman resmi gaya tersebut atau panduan perpustakaan kampus, dan tautannya ada di bagian sumber.

Pengertian sitasi dan artinya menurut KBBI

Kamus resmi kita memberi dua makna. Menurut KBBI VI Daring, sitasi berarti "kutipan" dan juga "referensi dalam sebuah karya ilmiah ke tulisan lain yang diambil dari buku, makalah, atau sumber lain". Jadi, maknanya bukan sekadar menyalin kalimat. Yang dimaksud adalah tanda rujukan yang menunjuk ke sumber aslinya.

Tangkapan layar entri si.ta.si di KBBI VI Daring dengan dua makna: kutipan, dan referensi dalam sebuah karya ilmiah ke tulisan lain
Dua makna "sitasi" yang dikutip di atas, langsung dari KBBI VI Daring. Makna kedua yang dipakai di dunia kampus. Tangkapan layar diambil 30 Oktober 2026. Sumber: KBBI VI Daring, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Di kampus, tiga istilah ini sering dipakai bergantian: sitasi, kutipan, dan referensi. Bedanya kira-kira begini:

  • Kutipan adalah isi yang Anda ambil, entah kata per kata atau dalam bahasa Anda sendiri.
  • Sitasi adalah penanda sumber yang menempel pada kutipan itu, misalnya nama penulis dan tahun.
  • Referensi atau entri daftar pustaka adalah data lengkap sumbernya di akhir tulisan.

Panduan sitiran Perpustakaan UGM memakai istilah "sitiran" untuk hal yang sama. Kalau dosen Anda menyebut sitiran, sitasi, atau citation, maksudnya satu: menunjukkan sumber dengan jelas dan benar.

Diagram paragraf makalah dengan bagian kutipan disorot, sitasi (Grady et al., 2019) di akhir kalimat sebelum titik, dan entri Grady di daftar pustaka, masing-masing diberi label kutipan, sitasi, dan referensi
Tiga istilah di atas dalam satu halaman: kutipan adalah isinya, sitasi penandanya, referensi data lengkapnya. Diagram oleh Rephrasa, contoh Grady et al. (2019) dari APA Style.

Fungsi sitasi dalam karya ilmiah

Menyebut sumber sering dianggap formalitas agar tulisan lolos pemeriksaan dosen. Menurut saya, anggapan itu yang membuat banyak mahasiswa menulis sitasi asal-asalan. Fungsinya jauh lebih praktis daripada sekadar syarat administrasi.

Panduan Perpustakaan UGM merangkum tiga alasan dari Judy Hunter (Grinnell College). Pertama, ide adalah "mata uang" akademisi, sehingga penulis asli berhak mendapat kreditnya. Kedua, tidak mengutip dengan benar merusak hak orang yang pertama kali mencetuskan ide. Ketiga, sitasi memungkinkan orang melacak perkembangan sebuah ide atau teori. Panduan yang sama menambahkan bahwa rujukan yang benar penting untuk mencegah plagiat.

Ada satu fungsi lagi yang jarang dibahas: rujukan melindungi Anda sendiri. Saat penguji bertanya "data ini dari mana?", jawaban Anda sudah tertulis di halaman itu. Klaim yang bersumber jelas juga lebih sulit dibantah daripada opini tanpa rujukan.

Penting: parafrase tetap wajib disitasi. Mengubah susunan kalimat tidak mengubah siapa pemilik idenya. Ini berlaku untuk parafrase manual maupun parafrase dengan bantuan alat. Cara melakukannya dengan benar dibahas di panduan cara parafrase.

Sitasi di teks vs daftar pustaka

Banyak orang mengira penanda sumber di teks dan daftar pustaka adalah dua hal terpisah. Sebenarnya keduanya satu pasangan. APA Style menjelaskan bahwa dalam sistem penulis-tahun, setiap sumber punya dua bagian: sitasi di dalam teks dan entri yang sesuai di daftar referensi.

AspekSitasi di teksDaftar pustaka
LetakDi kalimat yang memakai sumberDi akhir tulisan
Isi (APA)Nama belakang penulis dan tahun, plus halaman untuk kutipan langsungPenulis, tahun, judul, nama terbitan, volume, halaman, DOI atau URL
Contoh APA(Grady et al., 2019)Grady, J. S., Her, M., Moreno, G., Perez, C., & Yelinek, J. (2019). Emotions in storybooks: ...
FungsiMemberi tahu pembaca bagian mana yang berasal dari sumberMemberi data cukup untuk menemukan sumbernya

Aturan kuncinya: setiap sitasi di teks harus punya satu entri di daftar pustaka, dan sebaliknya. Format entri lengkapnya dibahas di panduan penulisan daftar pustaka.

Sitasi langsung dan tidak langsung

Sitasi langsung dipakai saat Anda menyalin kata per kata dari sumber. Sitasi tidak langsung dipakai saat Anda menyampaikan ide sumber dengan kata-kata sendiri, atau parafrase. Keduanya sama-sama wajib mencantumkan sumber.

Halaman kutipan APA menetapkan beberapa aturan untuk kutipan kata per kata:

  • Kutipan kurang dari 40 kata diberi tanda petik dan dilebur ke kalimat Anda.
  • Kutipan 40 kata atau lebih ditulis sebagai blok terpisah, menjorok 0,5 inci, tanpa tanda petik.
  • Kutipan langsung selalu menyertakan nomor halaman atau penanda lokasi lain, misalnya (Ervin et al., 2018, p. 470).

Menariknya, APA justru menyarankan parafrase daripada kutipan langsung, karena parafrase membuat materi lebih menyatu dengan konteks dan gaya tulisan Anda. Kutipan langsung disarankan untuk definisi yang persis, kalimat yang sangat ringkas atau berkesan, dan kata-kata yang ingin Anda tanggapi apa adanya. Pembahasan lengkapnya ada di artikel kutipan langsung dan tidak langsung.

Cara menulis sitasi yang benar

Cara sitasi yang benar dimulai dari satu keputusan: gaya apa yang diminta kampus atau jurnal Anda. Setelah itu, urutannya kurang lebih sama untuk semua gaya:

  1. Catat data sumber sejak Anda membacanya: penulis, tahun, judul, halaman, DOI atau URL.
  2. Tentukan apakah Anda mengutip langsung atau memparafrase.
  3. Pilih bentuknya: naratif (nama penulis masuk ke kalimat) atau dalam kurung.
  4. Tulis entri yang sama di daftar pustaka dengan format gaya yang dipakai.
  5. Periksa ulang bahwa setiap rujukan di teks punya pasangan di daftar pustaka.

Sitasi di awal kalimat (naratif)

Menurut APA Style, pada sitasi naratif nama belakang penulis menjadi bagian kalimat dan tahunnya ditulis dalam kurung tepat setelah nama. Contohnya: Koehler (2016) mencatat bahaya pemberitaan yang seimbang secara keliru. Dalam teks berbahasa Indonesia, kata penghubung dua penulis ditulis "dan". Lembar contoh APA 7 dari Program Studi Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga memakai bentuk "Alavi dan Leidner (2001)".

Sitasi di akhir kalimat (dalam kurung)

Pada bentuk dalam kurung, nama penulis dan tahun dipisah koma di dalam kurung, dan boleh muncul di tengah atau akhir kalimat. Untuk dua penulis, APA memakai tanda & di dalam kurung, misalnya (Salas & D'Agostino, 2020), tetapi kata "dan" pada sitasi naratif.

Sitasi itu sebelum titik atau setelah titik?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya bergantung pada jenis kutipan:

  • Kalimat biasa dan kutipan pendek (APA): sitasi ditulis sebelum titik. APA menulis bahwa jika rujukan ada di akhir kalimat, tanda baca akhir diletakkan setelah kurung tutupnya.
  • Kutipan blok 40 kata atau lebih (APA): kebalikannya. Rujukan ditulis setelah tanda baca akhir kutipan, dan tidak ada titik lagi setelah kurung tutup.
  • IEEE: nomor rujukan berada di dalam tanda baca, jadi juga sebelum titik, misalnya "... seperti dilaporkan [1]."
Diagram posisi titik: APA kalimat biasa dengan sitasi sebelum titik, APA kutipan blok dengan sitasi sesudah titik tanpa titik tambahan, dan IEEE dengan nomor [1] sebelum titik
Jawaban pertanyaan "sebelum atau sesudah titik" untuk tiga kasus di atas. Hanya kutipan blok APA yang menaruh sitasi setelah titik. Diagram oleh Rephrasa, berdasarkan APA Style dan IEEE Reference Guide.

Sitasi 2 orang, 3 orang, dan aturan et al. atau dkk.

Jumlah penulis menentukan bentuk rujukan, dan di sinilah gaya-gaya mulai berbeda. Tabel berikut merangkum aturan dari sumber resminya: APA 7, panduan Harvard Cite Them Right dari University of Reading, dan IEEE Reference Guide.

Jumlah penulisAPA 7Harvard (Cite Them Right)IEEE (nama di teks)
1 penulis(Luna, 2020)(Gulddal, 2020)[1] atau Smith [4]
2 penulis(Salas & D'Agostino, 2020)(Thomas and Tian, 2021)Brown and Jones [5]
3 penulis(Martin et al., 2020)Semua nama: (Adeyeye, Ashaolu and Idowu-Adebayo, 2022)et al., misalnya Wood et al. [7]
4 penulis atau lebihet al. sejak penyebutan pertama(Moise et al., 2020)et al.

Jadi, sitasi et al. yang benar dalam APA 7 dipakai untuk tiga penulis atau lebih, bahkan pada sitasi pertama. Harvard versi Cite Them Right baru memakai et al. mulai empat penulis. Sitasi 2 orang selalu menulis kedua nama di semua gaya ini. Perhatikan juga titik setelah "al" seperti pada contoh resmi (Martin et al., 2020).

Lalu bagaimana dengan dkk.? Dalam berkas bahasa Indonesia di proyek Citation Style Language (CSL), yang juga dipakai generator daftar pustaka Rephrasa, istilah et al. diterjemahkan menjadi "dkk.". Sebagian kampus dan jurnal di Indonesia memintanya, sebagian lagi tetap memakai et al. seperti lembar APA 7 UIN Sunan Kalijaga di atas. Ikuti pedoman institusi Anda dan pakai satu bentuk secara konsisten.

Hati-hati dengan panduan lama: contoh APA di panduan sitiran UGM masih menulis semua nama pada sitasi pertama dan baru memakai et al. pada sitasi berikutnya. Itu pola APA edisi 6. APA 7 sudah mengubahnya, sehingga tiga penulis atau lebih langsung ditulis dengan et al. Kalau dosen meminta APA 7, cek tahun panduan yang Anda pakai.

Sitasi dalam sitasi (sumber sekunder)

Sitasi dalam sitasi terjadi saat Anda mengutip penulis A yang Anda temukan di dalam tulisan penulis B, tanpa membaca karya A sendiri. Di APA, ini disebut sumber sekunder. Menurut halaman sumber sekunder APA, sebutkan sumber asli lalu tulis "as cited in" sumber yang Anda baca, misalnya (Rabbitt, 1982, as cited in Lyon et al., 2014). Hanya karya Lyon et al. yang masuk daftar pustaka.

Harvard memakai pola serupa dengan kata "cited in" atau "quoted in", misalnya France (2003, cited in Weingart et al., 2018, p. 24). Lagi-lagi, hanya Weingart et al. yang ditulis di daftar referensi.

Saran saya, pakai sumber sekunder sesedikit mungkin. APA sendiri menyarankan mencari, membaca, dan mengutip sumber aslinya bila memungkinkan. Sumber sekunder pantas dipakai bila karya aslinya sudah tidak dicetak, tidak tersedia, atau ditulis dalam bahasa yang tidak Anda pahami.

Cara sitasi dari website

Cara sitasi website pada dasarnya sama dengan sumber lain: siapa penulisnya, kapan terbitnya, dan apa judulnya. Kesulitannya, halaman web sering tidak mencantumkan nama orang atau tanggal. Panduan halaman web APA memberi contoh berikut:

  • Penulis orang: (Schaeffer, 2021) atau Schaeffer (2021).
  • Penulis lembaga: (World Health Organization, 2018).
  • Tanpa tanggal: APA memakai "n.d." di dalam kurung, misalnya (Penulis, n.d.).

Di Harvard Cite Them Right, entri daftar pustaka halaman web mencantumkan tanggal akses, misalnya: World Health Organization (2025) Sodium reduction. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sodium-reduction (Accessed: 24 June 2025). Sitasi di teksnya cukup (World Health Organization, 2025). Contoh per gaya untuk sumber daring ada di halaman daftar pustaka dari website.

Contoh sitasi APA, Harvard, dan IEEE

Contoh di bawah disalin dari halaman contoh resmi masing-masing gaya, jadi bisa Anda pakai sebagai patokan. Judul miring ditandai dengan huruf miring.

Contoh sitasi artikel jurnal

GayaSitasi di teksDaftar pustaka
APA 7(Grady et al., 2019)Grady, J. S., Her, M., Moreno, G., Perez, C., & Yelinek, J. (2019). Emotions in storybooks: A comparison of storybooks that represent ethnic and racial groups in the United States. Psychology of Popular Media Culture, 8(3), 207-217. https://doi.org/10.1037/ppm0000185
Harvard(Gulddal, 2020)Gulddal, J. (2020) 'That deep underground savage instinct: narratives of sacrifice and retribution in Agatha Christie's Appointment with Death', Textual Practice, 34(11), pp. 1803-1821. Available at: https://doi.org/10.1080/0950236X.2019.1639915.
IEEE[1][1] M. M. Chiampi and L. L. Zilberti, "Induction of electric field in human bodies moving near MRI: An efficient BEM computational procedure," IEEE Trans. Biomed. Eng., vol. 58, no. 10, pp. 2787-2793, Oct. 2011, doi: 10.1109/TBME.2011.2158315.

Contoh sitasi buku

GayaSitasi di teksDaftar pustaka
APA 7(Sapolsky, 2017)Sapolsky, R. M. (2017). Behave: The biology of humans at our best and worst. Penguin Books.
Harvard(Ashbourn, 2014)Ashbourn, J. (2014) Biometrics in the new world: the cloud, mobile technology and pervasive identity. 2nd edn. Springer.
IEEE[1][1] B. Klaus and P. Horn, Robot Vision. Cambridge, MA, USA: MIT Press, 1986.

Perhatikan perbedaannya. APA meletakkan tahun dalam kurung setelah nama, Harvard menulis tahun tanpa titik setelah kurung, dan IEEE menaruh tahun di akhir serta menyingkat nama depan. Aturan per gaya dibahas lebih rinci di halaman daftar pustaka APA, daftar pustaka Harvard, dan sitasi IEEE.

Kesalahan sitasi yang paling sering terjadi

Dari contoh-contoh di atas, kesalahan yang paling umum bukan soal titik atau koma. Masalah terbesarnya adalah sitasi dan daftar pustaka yang tidak cocok. Beberapa yang perlu Anda periksa sebelum mengumpulkan tugas:

  • Tahun di teks berbeda dengan tahun di daftar pustaka. APA meminta keduanya sama persis.
  • Mencampur gaya, misalnya format APA di teks tetapi entri daftar pustaka bergaya IEEE.
  • Memakai "et al." untuk dua penulis. Dua penulis selalu ditulis keduanya.
  • Kutipan langsung tanpa nomor halaman.
  • Menganggap parafrase tidak perlu sitasi.
  • Menulis "ibid." dalam APA. APA tidak memakai ibid., jadi ulangi rujukan lengkapnya.

Generator daftar pustaka membantu mengurangi kesalahan format, tetapi tidak membebaskan Anda dari pemeriksaan. Saat kami mencocokkan data DOI untuk contoh-contoh resmi di atas, hasilnya tidak selalu sama dengan pedoman. Artikel Gulddal, misalnya, tercatat dengan tahun terbit online 2019, padahal contoh Harvard memakai tahun terbitan 2020. Ada juga DOI yang datanya tanpa nama penulis atau dengan judul huruf kapital semua. Karena itu, selalu periksa dan sunting hasilnya sebelum dipakai.

Tangkapan layar generator daftar pustaka Harvard Rephrasa untuk DOI artikel Gulddal di Textual Practice: entri Gulddal, J. (2020) dengan judul bertanda kutip ganda tanpa titik dua, hlm. 1803–1821, dan sitasi dalam teks (Gulddal, 2020)
Hasil generator untuk artikel Gulddal yang dibahas di atas. Tahunnya sudah 2020, tetapi bandingkan dengan contoh resmi di tabel: titik dua setelah "instinct" hilang dan tanda kutip judulnya berbeda. Itulah sebabnya hasil generator tetap disunting lewat tombol Ubah. Tangkapan layar generator daftar pustaka Harvard Rephrasa, 30 Oktober 2026.

Kesimpulan

Sitasi adalah penanda sumber di dalam teks yang selalu berpasangan dengan entri daftar pustaka. Tulis sitasi naratif di awal kalimat atau sitasi dalam kurung sebelum titik, pakai et al. sesuai jumlah penulis yang diatur gaya Anda, dan sertakan halaman untuk kutipan langsung. Untuk menyusun entri APA, Harvard, atau IEEE dari DOI, URL, atau ISBN, Anda bisa memakai generator daftar pustaka Rephrasa yang gratis dan berjalan di browser, lalu cek ulang hasilnya dengan contoh resmi di atas.