Penulisan daftar pustaka yang benar berarti mencantumkan setiap sumber yang kamu kutip dengan empat unsur lengkap (penulis, tahun, judul, dan sumber), memakai tanda baca dan huruf miring sesuai gaya sitasi, lalu menyusunnya menurut abjad nama belakang penulis dengan format menjorok. Kalau dosen atau jurnal tidak menetapkan gaya tertentu, APA edisi ke-7 adalah pilihan aman karena aturannya terbuka dan rinci.

Panduan penulisan daftar pustaka ini membahas aturan itu satu per satu, lengkap dengan contoh resmi dari APA Style, cara menulis daftar pustaka dari buku, jurnal, dan internet, urutan langkah dari nol, serta kesalahan yang paling sering membuat dosen mencoret halaman referensi.

Apa itu daftar pustaka dan kenapa aturannya ketat

Menurut KBBI Daring, daftar pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya, ditempatkan di bagian akhir karangan, dan disusun menurut abjad. Definisi singkat ini sudah memuat dua aturan dasar penulisan daftar pustaka: letaknya di akhir dan urutannya alfabetis.

Tangkapan layar entri daftar pustaka di KBBI VI Daring
Definisi "daftar pustaka" yang dikutip di atas, langsung dari KBBI VI Daring: letaknya di bagian akhir dan disusun menurut abjad. Tangkapan layar diambil 30 Oktober 2026. Sumber: KBBI VI Daring, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Daftar pustaka berbeda dengan kutipan dalam teks. Kutipan dalam teks, misalnya (Sapolsky, 2017), hanya penunjuk singkat di tengah kalimat. Daftar pustaka adalah alamat lengkapnya, supaya pembaca bisa menemukan sumber aslinya. Karena itu APA menegaskan bahwa setiap karya yang dikutip di teks harus ada di daftar pustaka, dan sebaliknya (APA Style, Reference List Setup). Buku yang hanya kamu baca tetapi tidak kamu kutip tidak perlu masuk.

Aturan yang sama berlaku untuk parafrase. Kalimat yang sudah kamu tulis ulang dengan kata-kata sendiri tetap berasal dari ide orang lain, jadi tetap perlu kutipan di teks dan entri di daftar pustaka. Penjelasan lebih lengkap soal ini ada di artikel apa itu sitasi dan kapan wajib dipakai.

Unsur wajib dalam setiap entri daftar pustaka

APA merumuskan semua entri ke dalam empat unsur yang menjawab empat pertanyaan: siapa yang bertanggung jawab atas karya ini, kapan terbit, apa judulnya, dan di mana pembaca bisa mendapatkannya (APA Style, Basic Principles of Reference List Entries). Kalau keempat pertanyaan itu terjawab, kamu bisa menyusun entri untuk jenis sumber apa pun, bahkan yang tidak ada contohnya.

UnsurPertanyaanBukuArtikel jurnalHalaman website
PenulisSiapa?Nama penulis atau editorSemua penulis artikelPenulis atau lembaga pemilik situs
TahunKapan?Tahun terbitTahun terbitTanggal terbit atau diperbarui, atau n.d.
JudulApa?Judul buku (miring)Judul artikel (tegak)Judul halaman (miring)
SumberDi mana?Penerbit, plus DOI bila adaNama jurnal, volume, nomor, halaman, DOINama situs dan URL

Perhatikan kolom buku. Di APA 7, kota terbit tidak lagi ditulis untuk buku (APA Style, Elements of Reference List Entries). Banyak contoh lama di internet masih menulis "Jakarta: Gramedia", dan itu benar untuk format lama, bukan untuk APA 7.

Untuk DOI (kode pengenal tetap untuk artikel dan buku digital), aturannya sederhana: kalau karya punya DOI, tulis DOI-nya walaupun kamu membaca versi cetak. Kalau ada DOI dan URL sekaligus, cukup DOI (APA Style, DOIs and URLs).

Aturan nama penulis, dari satu orang sampai dkk. dan et al.

Dalam penulisan daftar pustaka, nama penulis adalah bagian yang paling rawan salah, padahal aturannya tegas. Dalam APA 7, nama dibalik: nama belakang dulu, koma, lalu inisial nama depan dengan titik dan satu spasi di antara inisial, misalnya Sapolsky, R. M.

Satu sampai 20 penulis

Tulis nama belakang dan inisial semua penulis sampai 20 orang. Pisahkan dengan koma, dan beri tanda & sebelum nama terakhir, termasuk ketika penulisnya hanya dua (APA Style). Contoh: Sanders, F. A., & Jang, T. D.

21 penulis atau lebih

Tulis 19 nama pertama, lalu elipsis (. . .), lalu nama penulis terakhir, tanpa tanda &. Kasus ini biasanya hanya muncul pada artikel yang ditulis tim peneliti besar.

Kapan dkk. dan et al. dipakai

Di sinilah banyak panduan di internet keliru. Singkatan et al. (atau padanan Indonesianya, dkk., dan kawan-kawan) dipakai di kutipan dalam teks, bukan di daftar pustaka. APA 7 menulis kutipan untuk tiga penulis atau lebih sebagai nama penulis pertama plus et al. sejak kutipan pertama, misalnya (Grady et al., 2019) (APA Style, Author-Date Citation System). Pedoman kampus di Indonesia juga sejalan. Pedoman penulisan Politeknik Negeri Medan menyatakan bahwa dalam daftar pustaka semua penulis harus dicantumkan, dan tidak boleh hanya penulis pertama ditambah dkk.

Ingat: dkk. atau et al. hanya untuk kutipan di dalam teks. Di daftar pustaka APA 7, tulis semua penulis sampai 20 orang.

Diagram perbandingan kutipan dalam teks (Grady et al., 2019) atau (Grady dkk., 2019) dengan entri daftar pustaka APA 7 yang menulis kelima penulis, plus contoh salah yang memakai dkk. di daftar pustaka
Contoh lima penulis dari APA Style: di teks cukup penulis pertama ditambah et al. atau dkk., di daftar pustaka semua nama ditulis. DOI tidak ditampilkan di diagram. Diagram oleh Rephrasa.

Penulis berupa lembaga

Kalau karya diterbitkan lembaga tanpa nama perorangan di sampul, lembaga itu adalah penulisnya. Tulis nama lengkapnya tanpa singkatan, misalnya National Institute of Mental Health, bukan NIMH. Singkatan boleh dipakai di teks, tetapi tidak di daftar pustaka.

Tanda baca dan huruf miring yang benar

Tanda baca dalam penulisan daftar pustaka berfungsi sebagai pemisah antarunsur. Aturan APA 7 yang perlu kamu hafal:

  • Beri titik setelah setiap unsur: setelah penulis, setelah tahun dalam kurung, setelah judul, dan setelah sumber.
  • Jangan beri titik setelah DOI atau URL, karena bisa merusak tautan.
  • Pakai koma di dalam satu unsur, misalnya antara nama jurnal dan volume.
  • Jangan pakai koma antara volume dan nomor. Nomor ditulis dalam kurung tepat setelah volume, contohnya 8(3).
  • Kalau judul berakhir dengan tanda tanya, tanda tanya itu menggantikan titik.

Semua poin di atas berasal dari halaman Basic Principles APA Style.

Huruf miring juga punya logika yang jelas. Karya yang berdiri sendiri (buku, laporan, halaman web) ditulis miring. Karya yang menjadi bagian dari karya lebih besar (artikel jurnal, bab buku) ditulis tegak, dan yang dimiringkan adalah nama jurnal atau judul buku induknya, termasuk nomor volume jurnal. Judul artikel dan judul buku memakai sentence case, artinya hanya huruf pertama judul, huruf pertama setelah titik dua, dan nama diri yang kapital (APA Style).

Cara menulis daftar pustaka dari buku, jurnal, dan internet

Bagian ini menjawab cara menulis daftar pustaka untuk tiga sumber yang paling sering dipakai mahasiswa. Berikut pola dan contoh resmi APA 7 untuk masing-masing sumber. Contoh sengaja diambil langsung dari situs APA Style supaya kamu bisa mencocokkannya sendiri.

Cara menulis daftar pustaka dari buku

Pola: Penulis, A. A. (Tahun). Judul buku (edisi bila ada). Penerbit. DOI bila ada.

Contoh: Sapolsky, R. M. (2017). Behave: The biology of humans at our best and worst. Penguin Books.

Format yang sama dipakai untuk buku cetak dan e-book, dan lokasi penerbit tidak ditulis (APA Style, Book References). Variasi lain, seperti buku suntingan atau terjemahan, dibahas di halaman daftar pustaka buku.

Cara menulis daftar pustaka dari jurnal

Pola: Penulis, A. A., & Penulis, B. B. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman. https://doi.org/xxxx

Contoh: Grady, J. S., Her, M., Moreno, G., Perez, C., & Yelinek, J. (2019). Emotions in storybooks: A comparison of storybooks that represent ethnic and racial groups in the United States. Psychology of Popular Media Culture, 8(3), 207-217. https://doi.org/10.1037/ppm0000185

APA meminta nomor terbitan selalu ditulis untuk artikel jurnal (APA Style, Journal Article References). Contoh ini juga menunjukkan aturan lima penulis: semuanya ditulis di daftar pustaka, sedangkan di teks cukup (Grady et al., 2019). Untuk artikel jurnal berbahasa Indonesia, lihat pola lengkapnya di halaman daftar pustaka jurnal.

Cara menulis daftar pustaka dari internet atau website

Pola: Penulis, A. A. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul halaman. Nama Situs. URL

Contoh: Bologna, C. (2019, October 31). Why some people with anxiety love watching horror movies. HuffPost. https://www.huffpost.com/entry/anxiety-love-watching-horror-movies_l_5d277587e4b02a5a5d57b59e

Ini contoh resmi dari halaman Webpage or Website References. Kalau tanggal tidak ada, tulis (n.d.) sebagai pengganti tahun (APA Style, Missing Reference Information). Satu catatan penting: artikel jurnal atau laporan yang kebetulan kamu unduh dari internet tetap ditulis sebagai jurnal atau laporan, bukan sebagai website. Panduan khusus sumber daring ada di halaman daftar pustaka dari website.

Diagram entri daftar pustaka APA 7 untuk halaman website Bologna (2019) diurai menjadi penulis, tanggal, judul halaman bercetak miring, nama situs, dan URL tanpa titik
Contoh website di atas diurai per unsur, beserta aturan tanda bacanya. URL dipendekkan di diagram; tulis URL lengkap di daftar pustakamu. Diagram oleh Rephrasa, berdasarkan contoh APA Style.

Langkah membuat daftar pustaka dari nol

Cara membuat daftar pustaka paling mudah adalah mencatat sumber sejak hari pertama menulis, bukan di malam sebelum tenggat. Urutan kerja yang kami sarankan:

  1. Pastikan gaya yang diminta. Baca pedoman kampus, fakultas, atau jurnal tujuan. Gaya menentukan semua detail di bawahnya.
  2. Catat data sumber saat membaca. Simpan nama penulis, tahun, judul, penerbit atau jurnal, volume, nomor, halaman, serta DOI atau URL.
  3. Tentukan jenis sumber. Buku, bab buku, artikel jurnal, laporan, skripsi, atau halaman web. Jenis menentukan pola entri.
  4. Susun tiap entri sesuai pola. Ikuti urutan penulis, tahun, judul, sumber, lengkap dengan tanda baca dan huruf miring.
  5. Cocokkan dengan kutipan di teks. Setiap kutipan harus punya entri, dan setiap entri harus pernah dikutip.
  6. Urutkan menurut abjad dan rapikan format. Beri judul "Daftar Pustaka" (atau label yang diminta pedomanmu), lalu atur spasi dan indentasi.

Menurut kami, langkah kelima paling mudah terlewat. Entri yatim (ada di daftar tetapi tidak pernah dikutip) gampang muncul kalau daftar pustaka disalin dari tugas lama, jadi cek ulang satu per satu sebelum dikumpulkan.

Urutan abjad dan format menjorok (hanging indent)

Daftar pustaka diurutkan menurut kata pertama tiap entri, biasanya nama belakang penulis pertama. Kalau karya tidak punya penulis, judulnya yang menjadi kata pertama dan dipakai untuk mengurutkan (APA Style, Reference List Setup). Panduan sitiran Perpustakaan UGM menambahkan aturan yang sama untuk penulis yang muncul lebih dari sekali: karyanya ditulis berurutan dari tahun paling lama, dan huruf a, b, c bisa ditambahkan setelah tahun bila tahunnya sama.

Format menjorok atau hanging indent artinya baris pertama tiap entri rata kiri, sedangkan baris kedua dan seterusnya masuk 0,5 inci (sekitar 1,27 cm). APA juga meminta seluruh daftar berspasi ganda tanpa baris kosong tambahan di antara entri. Di Microsoft Word, caranya:

  1. Blok seluruh daftar pustaka.
  2. Buka pengaturan Paragraph di tab Home.
  3. Pada bagian Indentation, pilih Special lalu Hanging, dan isi 1,27 cm.
  4. Atur Line spacing ke Double dan pastikan spasi sebelum dan sesudah paragraf 0.

Jangan membuat efek menjorok dengan menekan Enter dan Tab di tiap baris. Begitu satu kata berubah, seluruh baris akan berantakan.

Format daftar pustaka kampus vs APA 7: mana yang benar?

Pertanyaan "penulisan daftar pustaka yang benar adalah yang mana?" sering muncul karena contoh di internet saling bertentangan. Jawabannya: penulisan daftar pustaka yang benar adalah yang sesuai pedoman tempatmu mengumpulkan tulisan, karena format daftar pustaka tidak tunggal. Banyak kampus di Indonesia punya format sendiri yang berbeda dari APA 7. Contohnya, pedoman Politeknik Negeri Medan meminta unsur buku berurutan nama penulis, tahun terbit, judul (dicetak miring atau digaris bawah), jilid, terbitan ke, penerbit, dan kota.

AspekAPA 7Format kampus yang umum
TahunDalam kurung setelah nama: (2017).Sering tanpa kurung, dipisah koma atau titik
Kota terbit bukuTidak ditulisBiasanya ditulis
WebsiteTanggal akses hanya untuk halaman yang memang berubah-ubahSering wajib menulis tanggal diakses
JudulSentence case, miring untuk karya mandiriBervariasi, kadang Title Case atau digaris bawah

Jujur saja, menurut kami mencampur dua format lebih merugikan daripada memilih format yang kurang populer. Daftar yang separuh APA dan separuh gaya lain langsung terlihat tidak konsisten, sedangkan format kampus yang dipakai rapi dari awal sampai akhir justru menunjukkan ketelitian. Kalau pedomanmu meminta gaya lain, kami punya panduan daftar pustaka Harvard dan sitasi IEEE.

Kesalahan umum dalam penulisan daftar pustaka

Kesalahan dalam penulisan daftar pustaka biasanya berulang pada pola yang sama. Daftar berikut merangkum kesalahan yang umum di makalah dan skripsi, beserta perbaikannya menurut APA 7:

  • Memakai dkk. atau et al. di daftar pustaka. Tulis semua penulis sampai 20 orang.
  • Menulis nama depan lengkap. Cukup inisial: Sapolsky, R. M., bukan Sapolsky, Robert M.
  • Memiringkan judul artikel jurnal. Yang dimiringkan nama jurnal dan volumenya.
  • Menulis "Diakses dari" sebelum URL. APA 7 tidak memerlukan kata "Retrieved from" atau padanannya, cukup tulis URL atau DOI di akhir entri (APA Style).
  • Memberi titik setelah DOI. Biarkan DOI atau URL tanpa titik.
  • Memberi nomor urut 1, 2, 3. Gaya penulis-tahun seperti APA diurutkan abjad tanpa nomor. Nomor hanya dipakai gaya numerik seperti IEEE.
  • Mencantumkan bacaan yang tidak dikutip. Hapus, atau kutip sumbernya di teks.

Mau melihat lebih banyak entri jadi untuk dibandingkan dengan milikmu? Buka kumpulan contoh daftar pustaka dari buku, jurnal, dan website.

Membuat daftar pustaka lebih cepat dengan generator

Setelah paham aturannya, kamu tidak harus mengetik setiap koma sendiri. Generator daftar pustaka Rephrasa menyusun entri dari DOI, URL, atau ISBN, dan entrinya diformat langsung di browser kamu. Gayanya bisa dipilih: APA 7, MLA, Chicago, Harvard, IEEE, atau AMA. Kalau dosen meminta APA, mulai langsung dari halaman daftar pustaka APA.

Satu catatan jujur: alat bantu tidak menggantikan pemahaman soal penulisan daftar pustaka, karena generator hanya sebaik data sumbernya. Metadata dari penerbit kadang salah kapitalisasi atau tidak lengkap, jadi periksa lagi setiap entri dengan aturan di artikel ini sebelum dikumpulkan. Hal yang sama berlaku kalau kamu memakai alat parafrase untuk merapikan kalimat: teks hasil parafrase tetap wajib dikutip dan masuk daftar pustaka.

Tangkapan layar generator daftar pustaka APA Rephrasa dengan entri Grady, Her, Moreno, Perez, dan Yelinek (2019) beserta sitasi dalam teks (Grady dkk., 2019)
Hasil generator daftar pustaka APA Rephrasa untuk DOI 10.1037/ppm0000185: kelima penulis tertulis di entri, nama jurnal dan volume dicetak miring, dan sitasi dalam teksnya (Grady dkk., 2019). Tangkapan layar 30 Oktober 2026.