Cara parafrase yang benar terdiri dari enam langkah: pahami teks asli, tutup sumbernya, tulis ulang dengan susunan kalimat sendiri, pertahankan istilah teknis dan angka, bandingkan hasilnya dengan teks asli, lalu cantumkan sumbernya. Mengganti beberapa kata dengan sinonim saja belum termasuk parafrase, dan parafrase tanpa sitasi tetap dianggap plagiat.

Panduan ini membahas keenam langkah itu satu per satu, teknik yang bisa dipakai (sinonim, perubahan struktur, aktif dan pasif), contoh parafrase kalimat dan paragraf dari sumber nyata, cara parafrase untuk jurnal dan skripsi, serta kapan alat parafrase membantu. Kalau Anda belum yakin apa arti parafrase itu sendiri, baca dulu pengertian parafrase dan jenis-jenisnya.

Syarat Parafrase yang Benar Menurut Aturan

Sebelum masuk ke langkah, pahami dulu garis finisnya. KBBI VI Daring mendefinisikan parafrasa (bentuk baku dari parafrase) sebagai pengungkapan kembali suatu tuturan menjadi tuturan yang lain tanpa mengubah pengertian. Jadi ada dua hal yang dijaga sekaligus: bentuknya berubah, maknanya tidak.

Di perguruan tinggi Indonesia, aturan mainnya juga tertulis jelas. Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik, Pasal 10 ayat (3), menggolongkan dua perbuatan berikut sebagai plagiat:

  • mengambil sebagian atau seluruh karya orang lain tanpa menyebut sumber secara tepat, dan
  • menulis ulang sebagian atau seluruh karya orang lain tanpa menggunakan bahasa sendiri, walaupun menyebut sumber.

Poin kedua ini yang paling sering terlewat. Banyak mahasiswa mengira cukup menyalin kalimat lalu menambahkan nama penulis dan tahun di belakangnya. Menurut peraturan itu, cara tersebut tetap plagiat. Sebaliknya, kalimat yang sudah ditulis ulang dengan bagus tetapi tanpa sitasi juga plagiat.

Dari sini syarat parafrase yang benar bisa dirumuskan dalam satu kalimat: bahasanya milik Anda, gagasannya tetap milik sumber, dan sumbernya disebut. Semua langkah di bawah melayani rumus itu.

Diagram rumus parafrase yang benar: bahasa milik Anda, gagasan milik sumber, sumber disebut, serta dua bentuk plagiat menurut Permendikbudristek 39 Tahun 2021 Pasal 10 ayat (3): tanpa sumber dan tanpa bahasa sendiri
Rumus syarat parafrase di atas dan dua jebakan dari Pasal 10 ayat (3). Parafrase yang benar harus lolos dari keduanya. Diagram oleh Rephrasa, berdasarkan KBBI VI Daring dan Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021.

6 Langkah Cara Parafrase Manual

Langkah berikut disusun dari panduan Purdue OWL tentang parafrase (versi terjemahannya juga dimuat di situs Akuntansi BINUS), lalu kami sesuaikan dengan aturan sitasi yang berlaku di kampus Indonesia. Ringkasnya:

  1. Pahami teks asli sampai tuntas.
  2. Tutup sumbernya, lalu tulis dari ingatan.
  3. Ubah struktur kalimat, bukan hanya kata.
  4. Pertahankan istilah teknis, angka, dan nama.
  5. Bandingkan hasil dengan teks asli.
  6. Cantumkan sumbernya.
Tangkapan layar daftar 6 Steps to Effective Paraphrasing di halaman Purdue OWL: membaca ulang, menyisihkan teks asli, mencatat kata kunci, mengecek versi sendiri, memberi tanda kutip pada frasa khas, dan mencatat sumber
Daftar asli Purdue OWL yang menjadi dasar enam langkah di atas. Langkah ketiganya soal kartu catatan; versi kami menggantinya dengan mengubah struktur kalimat dan menjaga istilah serta angka. Tangkapan layar diambil 30 Oktober 2026. Sumber: Purdue OWL, Paraphrasing.

Pahami teks asli sampai tuntas

Purdue OWL meminta Anda membaca ulang bagian asli sampai benar-benar memahami makna lengkapnya. Ujiannya sederhana: coba jelaskan isi paragraf itu dengan lisan dalam dua atau tiga kalimat. Kalau Anda tersendat, artinya Anda belum siap memparafrasakan. Membaca ulang lima menit lebih murah daripada menulis ulang kalimat yang maknanya bergeser.

Tutup sumbernya, lalu tulis dari ingatan

Ini langkah yang paling menentukan. Purdue OWL menyarankan teks asli disisihkan dulu sebelum Anda menulis parafrase. Selama teks asli terbuka di samping, mata Anda akan menyalin susunan kalimatnya tanpa sadar. Tutup tab PDF-nya, tulis gagasannya dengan kalimat Anda sendiri, baru buka lagi nanti.

Ubah struktur kalimat, bukan hanya kata

Mengganti "penting" dengan "krusial" dan "menunjukkan" dengan "memperlihatkan" tidak membuat kalimat menjadi milik Anda. Susunannya masih susunan penulis asli. Ubah juga urutan informasinya: mulai dari akibat lalu sebab, pecah satu kalimat panjang menjadi dua, atau ubah kalimat aktif menjadi pasif. Rincian tekniknya ada di bagian berikutnya.

Pertahankan istilah teknis, angka, dan nama

Tidak semua kata boleh diganti. Istilah teknis seperti "integritas akademik", "regresi linear", atau "tridharma perguruan tinggi" sebaiknya tetap, karena sinonimnya sering membawa makna lain. Angka, satuan, nama orang, nama lembaga, dan judul juga harus sama persis. Kalau sumber memakai frasa khas yang tidak tergantikan, Purdue OWL menyarankan frasa itu diberi tanda kutip.

Bandingkan hasil dengan teks asli

Sekarang buka lagi sumbernya. Purdue OWL meminta Anda memastikan versi Anda memuat semua informasi penting dalam bentuk baru. Inilah cara cek parafrase yang paling jujur. Kebiasaan kami: letakkan kedua versi berdampingan, lalu tandai setiap rangkaian kata yang sama persis. Kalau tandanya masih banyak, kembali ke langkah ketiga. Periksa juga apakah ada informasi yang hilang atau justru bertambah.

Cantumkan sumbernya

Catat sumber lengkap, termasuk nomor halaman, sejak awal. Purdue OWL menegaskan bahwa setiap kali Anda mengambil informasi dari sumber yang bukan milik Anda, Anda wajib menyebutkan dari mana informasi itu berasal. Tulis sitasi di dalam teks, lalu masukkan entri lengkapnya ke daftar pustaka. Untuk menyusun entrinya, Anda bisa memakai generator daftar pustaka lalu memeriksa ulang hasilnya.

Teknik Parafrase: Sinonim, Struktur, dan Aktif-Pasif

Teknik parafrase adalah cara mengubah bentuk kalimat tanpa mengubah maknanya. Dalam praktik, teknik-teknik ini dipakai bersamaan, bukan satu per satu. Satu teknik saja hampir selalu menghasilkan kalimat yang terlalu mirip dengan sumber.

TeknikContoh perubahanRisiko kalau dipakai sendirian
Sinonim"bergantung pada" menjadi "ditentukan oleh"Susunan kalimat tetap milik sumber; sinonim yang salah menggeser makna
Mengubah urutan informasiKalimat sebab-akibat dibalik menjadi akibat-sebabKalau kata-katanya tidak diubah, hasilnya hanya kalimat sumber yang diacak
Aktif menjadi pasif (atau sebaliknya)"Peneliti mengukur..." menjadi "Pengukuran dilakukan..."Pasif berlebihan membuat kalimat kabur siapa pelakunya
Memecah atau menggabung kalimatSatu kalimat 40 kata menjadi dua kalimat pendekAman, asalkan hubungan logis antarkalimat tetap jelas
Mengubah kelas kata"meningkat" menjadi "peningkatan"Terlalu banyak kata benda membuat kalimat berat dibaca

Satu catatan soal sinonim. Selalu cek maknanya di KBBI Daring, yang juga menyediakan fitur tesaurus. Kata "dampak" dan "akibat" mirip, tetapi dalam laporan penelitian keduanya bisa membawa nuansa berbeda. Hasil akhir yang baik juga harus tetap berupa kalimat yang jelas; panduan kalimat efektif membantu memeriksa hal ini.

Contoh Cara Parafrase Kalimat

Teks asli di bawah diambil dari bagian menimbang Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021. Kalimatnya panjang dan khas bahasa peraturan, jadi cocok untuk latihan.

Teks asli: "bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tinggi bergantung pada upaya untuk menumbuhkembangkan budaya dan kualitas akademik melalui implementasi nilai integritas akademik dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi"

Versi yang keliru (hanya sinonim): Kesuksesan penyelenggaraan pendidikan tinggi tergantung pada usaha untuk mengembangkan budaya dan mutu akademik lewat penerapan nilai integritas akademik dalam aktivitas tridharma perguruan tinggi.

Hampir setiap kata diganti, tetapi urutannya sama persis dan sitasinya tidak ada. Menurut Pasal 10 ayat (3) yang dibahas di atas, versi ini memenuhi dua ciri plagiat sekaligus.

Versi yang benar: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2021) memandang integritas akademik sebagai kunci. Budaya dan mutu akademik baru bisa tumbuh kalau nilai itu benar-benar dijalankan dalam tridharma perguruan tinggi, dan dari situlah keberhasilan pendidikan tinggi diukur.

Perhatikan apa yang berubah. Satu kalimat dipecah menjadi dua. Urutannya dibalik: versi baru dimulai dari integritas akademik, bukan dari keberhasilan. Istilah "integritas akademik" dan "tridharma perguruan tinggi" sengaja dipertahankan karena keduanya istilah resmi. Sitasinya muncul di awal dalam bentuk naratif.

Butuh beberapa alternatif susunan untuk satu kalimat? Alat parafrase kalimat bisa memberi pembanding, tetapi pilihan akhirnya tetap harus melewati pengecekan di langkah kelima.

Diagram contoh parafrase kalimat Permendikbudristek 39/2021: teks asli, versi keliru dengan kata sinonim yang ditandai merah seperti kesuksesan, tergantung, usaha, mutu, dan lewat, serta versi benar dengan dua kalimat baru dan sitasi
Contoh kalimat di atas dalam satu tampilan. Delapan kata merah hanya pengganti, jadi kalimat keliru itu masih mengikuti susunan peraturan. Diagram oleh Rephrasa, teks asli dari Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021.

Contoh Parafrase Paragraf dari Sumber Bahasa Inggris

Mahasiswa Indonesia sering memparafrasakan jurnal atau buku berbahasa Inggris. Contoh berikut memakai paragraf yang dipakai Purdue OWL sebagai bahan latihan, dari buku James D. Lester, Writing Research Papers (edisi ke-2, 1976, hlm. 46-47).

Teks asli: "Students frequently overuse direct quotation in taking notes, and as a result they overuse quotations in the final [research] paper. Probably only about 10% of your final manuscript should appear as directly quoted matter. Therefore, you should strive to limit the amount of exact transcribing of source materials while taking notes."

Parafrase paragraf: Lester (1976) melihat bahwa kutipan langsung yang berlebihan di makalah penelitian biasanya berawal dari cara mahasiswa mencatat. Karena itu, ia menyarankan agar penyalinan kata demi kata dibatasi sejak tahap membuat catatan. Menurutnya, bagian yang dikutip langsung kemungkinan cukup sekitar 10% dari naskah akhir.

Ada tiga hal yang perlu dicatat dari contoh ini:

  • Angkanya tetap. "Sekitar 10%" tidak dibulatkan dan tidak dihilangkan. Kata "kemungkinan" juga dipertahankan karena Lester menulis probably, bukan aturan pasti.
  • Urutannya berubah. Versi baru dimulai dari penyebab (cara mencatat), sedangkan angka 10% dipindah ke akhir.
  • Bukan terjemahan kata per kata. Menerjemahkan kalimat demi kalimat dengan susunan yang sama masih terlalu dekat dengan teks asli.

Kalau draf Anda masih terasa kaku, versi dari alat parafrase akademik bisa dipakai sebagai pembanding. Cocokkan lagi hasilnya dengan sumber, terutama angka dan kata yang menunjukkan tingkat kepastian.

Diagram parafrase paragraf Lester (1976): tiga gagasan sumber bernomor dipetakan ke urutan baru, penyebab, saran, lalu angka 10 persen, dengan kata probably menjadi kemungkinan
Contoh paragraf Lester dipetakan per gagasan. Nomornya menunjukkan gagasan yang sama di kedua sisi, sehingga terlihat urutannya berubah sementara angka dan tingkat kepastiannya tetap. Diagram oleh Rephrasa, teks sumber dari Lester (1976) via Purdue OWL.

Cara Parafrase Jurnal dan Skripsi

Di bab tinjauan pustaka, Anda jarang memparafrasakan satu kalimat saja. Biasanya Anda merangkum temuan dari beberapa jurnal sekaligus. Menurut APA Style, parafrase memungkinkan penulis meringkas dan menyintesis informasi dari satu atau beberapa sumber, serta membandingkan detail yang relevan. APA juga mencatat bahwa penulis yang sudah menerbitkan karya lebih sering memparafrasakan daripada mengutip langsung.

Beberapa aturan APA 7 yang langsung berguna untuk skripsi:

  • Sitasi naratif atau dalam kurung. Contohnya Lester (1976) di awal kalimat, atau (Lester, 1976) di akhir kalimat.
  • Nomor halaman tidak wajib, tetapi boleh ditambahkan bila membantu pembaca menemukan bagian yang dirujuk dalam karya yang panjang, misalnya buku.
  • Parafrase panjang. Kalau parafrase berlanjut beberapa kalimat, sitasi cukup ditulis pada penyebutan pertama selama konteksnya jelas. Kalau masuk paragraf baru atau berganti sumber, tulis sitasinya lagi.
  • Beberapa sumber. Kalau satu kalimat menggabungkan beberapa sumber, ulangi sitasi supaya jelas gagasan mana milik siapa.

Kalau kampus Anda memakai MLA, aturannya sedikit berbeda. MLA Style Center meminta nomor halaman dicantumkan saat Anda memparafrasakan bagian tertentu dari karya yang memiliki nomor halaman. Selalu dahulukan pedoman penulisan fakultas bila berbeda dari kedua gaya ini.

Tips dari kami untuk cara parafrase jurnal: jangan parafrasakan abstraknya. Abstrak sudah berupa ringkasan yang padat, sehingga hasil parafrasenya hampir pasti mirip. Baca bagian hasil dan pembahasan, lalu parafrasakan temuan yang benar-benar Anda butuhkan untuk argumen Anda. Sitasi di teks dan entri daftar pustakanya bisa Anda cek dengan panduan daftar pustaka APA.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Parafrase

Dari contoh-contoh di atas, pola kesalahannya cukup mudah dikenali:

  • Tambal sulam sinonim. Kata diganti, susunan tetap. Ini jebakan yang paling mudah terjadi saat menulis terburu-buru.
  • Sitasi hilang karena merasa kalimatnya sudah milik sendiri. Gagasannya tetap milik sumber.
  • Makna bergeser. "Berkorelasi" berubah menjadi "menyebabkan", atau "kemungkinan" berubah menjadi "pasti".
  • Informasi bertambah. Penulis menambahkan kesimpulan yang tidak ada di sumber.
  • Parafrase untuk definisi resmi. Definisi dari KBBI atau undang-undang sering lebih aman dikutip langsung. Aturannya ada di panduan kutipan langsung dan tidak langsung.

Lalu bagaimana dengan cara parafrase cepat? Jujur saja, bagian yang paling lama justru langkah pertama, memahami sumber, dan bagian itu tidak bisa dipercepat. Yang bisa dipercepat adalah menulis drafnya. Mahasiswa yang melompati tahap memahami biasanya berakhir di kesalahan pertama dan ketiga di daftar ini.

Kapan Memakai Mode Akademik Rephrasa

Alat parafrase AI paling berguna setelah Anda paham sumbernya, bukan sebagai pengganti pemahaman. Situasi ketika alat parafrase Rephrasa membantu:

  • Draf parafrase Anda terasa kaku, dan Anda ingin melihat susunan lain sebagai pembanding.
  • Kalimat Anda terlalu panjang dan perlu dipecah dengan nada yang tetap formal.
  • Anda ingin mengecek apakah ada cara yang lebih ringkas untuk menyampaikan gagasan yang sama.

Mode Akademik di Rephrasa diatur untuk tidak menambah fakta dan mempertahankan sitasi, angka, serta istilah teknis. Meski begitu, hasilnya tetap harus melewati langkah kelima: baca berdampingan dengan sumber, pastikan maknanya tidak bergeser. Alat apa pun tidak tahu konteks penelitian Anda. Sitasi juga tetap wajib, siapa pun yang menyusun kalimatnya. Teks yang Anda tempel tidak disimpan setelah diproses.

Kesimpulan

Cara parafrase yang benar bisa diringkas begini: pahami, tutup sumbernya, tulis ulang dengan struktur baru, jaga istilah dan angka, bandingkan, lalu sitasi. Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 menuntut dua hal sekaligus, yaitu bahasa sendiri dan sumber yang disebut dengan tepat. Kalau salah satunya tidak ada, hasilnya belum layak disebut parafrase.

Coba latih dengan satu paragraf dari jurnal yang sedang Anda baca. Tulis versi Anda dulu, lalu bandingkan dengan hasil mode Akademik sebelum memilih kalimat akhir, dan susun entri sumbernya di generator daftar pustaka.